Limit
pada dasarnya yaitu pendekatan terhadap suatu fungsi pada nilai tertentu.
Sebelum meninjau lebih jauh, kita akan membedakan dua jenis solusi/ penyelesaian
terlebih dahulu, yaitu
a)
Solusi pasti, yaitu solusi yang memiliki hasil yang
pasti. Sebagai contoh, apabila terdapat suatu fungsi
dan memasukkan nilai x = 3,
maka f(3) = 6.
Solusi dari f(x) untuk x = 3 ini merupakan solusi pasti.
b)
Solusi pendekatan, yaitu solusi yang tidak memiliki
hasil yang pasti. Solusi pendekatan umumnya diperoleh melalui proses-proses
perhitungan yang tidak sederhana, dan terkadang diperoleh dengan membulatkan
nilai-nilai tertentu. Contohnya, apabila kita mengalikan bilangan a dengan b, dimana nilai a = 3 dan nilai b = 1.9, kita
akan memperoleh solusi pasti a*b = 5.7.
Namun kita dapat memperoleh solusi pendekatan a*b
6 apabila kita membulatkan nilai b = 1.9 menjadi b
2.
Tanda “mendekati” biasa dituliskan dengan tanda
.
Penyelesaian dari bentuk limit merupakan bentuk pendekatan. Untuk
memahami konsep limit, kita akan meninjau dua fungsi, yaitu
.
Kedua fungsi di atas merupakan fungsi yang memiliki kurva
yang sama. Namun, kedua fungsi tersebut memiliki perbedaan. Pada fungsi f(x), dengan
mensubstitusikan x = 1, kita
akan mendapatkan hasil f(1) = 2. Namun
pada fungsi g(x), kita tidak akan
mendapatkan hasil yang sama seperti f(1), melainkan
0/0. Nilai tersebut merupakan nilai tak tentu, karena apabila mengasumsikan
nilai 0/0 = x, dan merombak persamaan tersebut menjadi 0*x = 0, maka nilai x dapat
menjadi apa saja (karena bilangan apapun yang dikalikan nol akan menghasilkan
nilai nol), sehingga nilai pasti dari x tidak dapat
ditentukan. Akibatnya, terdapat suatu diskontinuitas dari nilai g(x) pada nilai x = 1 (nilai g(x) terpotong pada x = 1).
Disinilah peran dari bentuk limit, yaitu salah satunya untuk menentukan
diskontinuitas pada suatu fungsi.
Bentuk dasar dari limit adalah
dimana L merupakan
nilai dimana fungsi f(x) memiliki diskontinuitas pada x = a apabila f(a) menghasilkan nilai tak tentu 0/0. Namun,
definisi dari limit ini masih untuk kasus terntentu seperti kasus di atas,
karena bentuk limit bisa diterapkan tidak hanya untuk kasus persamaan yang
bisa menghasilkan nilai 0/0 saja, namun juga bisa untuk persamaan yang selalu
menghasilkan nilai linier dan kontinu seperti persamaan f(x) = x + 1 di atas. Dalam kasus f(x) = x + 1, nilai
dari L tidak lain adalah nilai aproksimasi dari f(x) ketika x mendekati a, sehingga berlaku
Kita akan ambil contoh pada Persamaan b di atas.
Persamaan tersebut memiliki diskontinuitas pada x = 1. Maka
kita tidak selamanya harus mengambil nilai a = 1, tapi
kita juga bisa mengambil nilai lain seperti a = 2. Dengan
demikian nilai f(a) merupakan
nilai tentu.
Secara singkat, bentuk limit pada dasarnya merupakan
bentuk fungsi seperti biasa, namun perbedaannya adalah bentuk limit merupakan
bentuk pendekatan, sedangkan bentuk fungsi merupakan bentuk pasti.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar