Mata
Kuliah : Pengantar Lab
Materi
Angka Penting dan Soal Pembahasan
A. Pengertian
Angka Penting
Dalam
kegiatan pengukuran seperti misalnya saat mengukur
panjang suatu benda dengan menggunakan mistar/penggaris, Anda akan menemui
hasil yang tidak selalu bilangan bulat, melainkan bilangan pecahan desimal
seperti 2,5 cm, 5,2 cm, 10,45 cm dan sebagainya. Di dalam
fisika, bilangan-bilangan tersebut merupakan Angka Penting. Lalu
apakah yang dimaksud dengan angka penting?
|
Angka Penting atau dalam istilah
asing disebut Significant Figures adalah semua angka yang
diperoleh dari hasil pengukuran.
|
Angka penting terdiri dari angka
pasti dan angka taksiran. Angka pasti adalah angka
yang dapat dilihat atau dibaca pada skala alat ukur, sedangkan angka taksiran
adalah angka yang tidak dapat dilihat atau dibaca pada skala alat
ukur. Angka taksiran ini merupakan angka ketelitian alat ukur yang digunakan
yang diperoleh dari ½ x skala terkecil alat ukur tersebut.
Berikut ini adalah
contoh angka penting hasil pengukuran besaran panjang
Dari
contoh pengukuran di atas, angka 2,5 cm adalah angka pasti
(terbaca oleh skala alat ukur), 0,5 mm adalah angka taksiran
(tidak terbaca skala oleh skala alat ukur) dan hasil pengukuran (angka pasti +
angka taksiran) 2,55 cm adalah angka penting. Jadi dalam hal
ini jumlah angka penting ada 3.
B. Aturan
Angka Penting
Dalam penulisan hasil pengukuran,
aturan-aturan yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah aturan penulisan
angka penting dalam fisika.
1.
Semua
angka bukan nol adalah AP.
Contoh: Angka 343245 memiliki enam AP.
Contoh: Angka 343245 memiliki enam AP.
2.
Angka
nol di belakang angka bukan nol adalah bukan angka penting, kecuali diberi
tanda khusus misal garis bawah.
Contoh:
a. Angka 120 memiliki dua AP yaitu 1 dan 2.
b. Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.
Contoh:
a. Angka 120 memiliki dua AP yaitu 1 dan 2.
b. Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.
3.
Angka
nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting.
Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.
Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.
4.
Angka
nol di depan angka bukan nol adalah bukan AP.
Angka 0,0065 memiliki dua AP yaitu 6 dan 5.
Angka 0,0065 memiliki dua AP yaitu 6 dan 5.
5.
Angka
nol di belakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah AP.
Angka 5,600 memiliki empat AP yaitu 5, 6, 0 dan 0.
Angka 5,600 memiliki empat AP yaitu 5, 6, 0 dan 0.
Analisis hasil pengukuran selalu melibatkan perhitungan
matematika atau operasi hitung. Ada beberapa hal yang diperhatikan saat
melakukan operasi hitung dengan significant
figures. Pada bagian ini akan dibahas beberapa aturan dalam
perhitungan angka penting.
Operasi Hitung Significant
Figures
A. Pembulatan
Aturan dalam pembulatan
angka penting adalah sebagai berikut.
1.
Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas
dan angka kurang dari 5 dihilangkan.
Contoh:
a. 246,86 dibulatkan menjadi 246,9
b. 416,64 dibulatkan menjadi 416,6
Contoh:
a. 246,86 dibulatkan menjadi 246,9
b. 416,64 dibulatkan menjadi 416,6
2.
Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke
atas jika angka sebelumnya angka ganjil, dan dihilangkan jika angka sebelumnya
angka genap.
Contoh:
a. 246,65 dibulatkan menjadi 246,6
b. 326,55 dibulatkan menjadi 326,6.
Contoh:
a. 246,65 dibulatkan menjadi 246,6
b. 326,55 dibulatkan menjadi 326,6.
B. Penjumlahan & Pengurangan
Operasi pengurangan
& penjumlahan angka penting mengikuti aturan sebagai berikut: Penulisan
hasil operasi penjumlahan & pengurangan hanya boleh memiliki satu angka
ragu-ragu / taksiran / angka tak pasti.
Contohnya : 12 cm (2 adalah
angka tak pasti) + 2,85 cm (5 angka tak pasti) = 14,85 ( 4 dan 5 adalah Angka tak
pasti) kemudian, dibulatkan agar hanya ada 1 angka tak pasti, menjadi 15.
C. Perkalian & Pembagian
Operasi
perkalian dan pembagian mengikuti aturan sebagai berikut.
- Jumlah angka penting pada hasil akhir harus
mengikuti jumlah AP yang paling sedikit.
- Untuk perkalian dan pembagian angka penting
dengan angka eksak, hasil akhir mengikuti jumlah AP tersebut.
Contohnya : 125 cm
(3 AP) dikalikan 10 (1 AP) = 1250, karena masih ada 3 AP, maka harus dijadikan
1 AP saja. Sehingga hasilnya menjadi 1000 (1 angka penting).
Contoh
Soal & Pembahasan
Berikut contoh soal angka penting
yang melibatkan perhitungan.
- Berikut bilangan yang hanya
terdiri dari dua angka penting adalah… .
a. 0,00021
b. 120,01
c. 13,00
d. 3,0
e. 10
Jawaban: A dan D
Perhatikan aturan significant figures nomer 4 dan 5.
Aturan ke 4
Angka nol di depan angka bukan nol adalah bukan AP.
Sehingga 0,00021 hanya terdiri dari dua AP.
Aturan ke 5
Angka nol di belakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah AP.
Sehingga bilangan 3,0 teridiri dari 2 angka penting.
Perhatikan aturan significant figures nomer 4 dan 5.
Aturan ke 4
Angka nol di depan angka bukan nol adalah bukan AP.
Sehingga 0,00021 hanya terdiri dari dua AP.
Aturan ke 5
Angka nol di belakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah AP.
Sehingga bilangan 3,0 teridiri dari 2 angka penting.
- Berikut bilangan yang hanya
terdiri dari 4 angka penting adalah….
a. 0,00021
b. 120,01
c. 13,00
d. 3,0
e. 10
Jawaban: D
Perhatikan aturan significant figures nomer 5. Angka nol di belakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah AP. Sehingga bilangan 13,00 teridiri dari 4 AP.
Perhatikan aturan significant figures nomer 5. Angka nol di belakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah AP. Sehingga bilangan 13,00 teridiri dari 4 AP.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar